Rabu, 27 Juli 2016
Hati Kecil
Senin, 09 Mei 2016
Masih Jingga
Barisan syair indah penuh makna itu untukku kah?
Lalu...
Mengapa Jingga pergi lagi dan lagi-lagi pergi?
Seperti katamu juga hai Sang Jingga,
Sampai kapan?
Rabu, 04 Mei 2016
Jingga, Mengapa tak menyapaku sore ini?
Tidakkah merindukan lembutnya mega-mega senja?
Tidakkah merindukan kicauan murai batu yang indah?
Rona-rona manis, seruan gagahnya garuda akankah melemahkan?
Akankah meleburkan?
Akankah menggoyahkan?
Hei Jingga, menepilah...
Bandung, 06 Maret 2013
Senja Rabu ini
Hari beranjak senja
Seperti biasa,
Kicauanmu terdengar asing
Karena berada di tempat yang tidak seharusnya
Tak pernah salah atau menyalahkan
Karena
Hati kadang tak bisa kita mengerti
Bandung, 19 September 2013
Tuhan, Sampaikan...
Mendung pekat di langit Bandung
Awan hitam menggumpal tebal di angkasa
Rasa rindu menyeruak memenuhi sudut-sudut ruangan
Membumbung tinggi
Menjulang
Sampaikah?
Ahh sampailah...
Sampaikan
Hari ini saja
Hari spesial untuknya
Bandung, 12 Juni 2014
Karena
Karena kita tidak dapat melihat suatu hal dari satu sudut pandang saja
Sudut pandang kamu
Sudut pandang saya
Sudut pandang dia
Sudut pandang mereka
Sudut pandang kita
Semua penting
Tak ada yang benar 100% selama belum dibuktikan
Skala seseorang tentang kebenaran terkadang berbeda
Ahh selalu Tuhan yang Maha Tahu...
Bandung 29 Januari 2014
Hujan
Hujan
Maukah kau menjadi hujan untukku?
Dengan butiran-butiran lembut,
Membasahiku dengan kesejukanmu
Dengan dentinganmu,
Membuat melody nan syahdu
Dengan kekuatanmu,
Memberi rahmat untuk sekitarmu
Dengan keikhlasanmu yang sempurna,
Curahkan hanya untukku
Kepada sang tanah,
Asal mulaku,
Asal mulamu
Tempat kita kembali
Tempat kita menepi
Tempat kita memulai semuanya
Bandung, 05 Mei 2014
Daun
Daun-daun bergerak mengikuti irama angin
Terlihat anggun dan syahdu sekali
Angin berhembus ke Barat
Maka ikutlah daun bergerak ke Barat
Angin berhembus ke Timur
Maka ikutlah daun bergerak ke Timur
Menari-menari menggeliat manja
Seolah memiliki isyarat tersendiri
Seolah mengajaku bercengkrama bersama
Seolah memanggil-manggil seraya tersenyum
Adakah yang ingin disampaikan daun untukku?
Ataukah daun ingin menyampaikan pesanku untuknya?
Ataukah daun ingin menyampaikan pesannya untukku?
Daun...
Teruslah bergerak
Menemaniku melewati rindu-rinduku
Melewati cerahnya siang yang selalu mengingatkanku padanya
Pada sang surya yang sedang terselubung kabut
Kabut yang tebal
Kabut yang dingin
Kabut yang selalu ingin kutembus
Bandung 23 Agustus 2015
Hilang
Melihatmu
Hati terasa sesak
Mata terasa kabur
Air mata ini ingin mengalir
Kepala terasa berat
Hampir meledak
Padahal kamu itu kesukaanku
Senang sekali berada disekelilingmu
Senang sekali bisa memilikimu
Kau membuatku kehilangan duniaku
Semua waktuku hampir tercurahkan untukmu
Entah mengapa sekarang begini
Mengingatmu saja aku merasa mual
Tetapi,
Jika jauh darimu, pikiranku tetap mengingatmu
Seperti hantu yang selalu membayangiku
Terasa berdosa besar jika berlama-lama jauh darimu
Hati ini tak tenang
Tak tentram
Banyak yang harus dilakukan denganmu
Banyak sekali
Dan itu, harus....
Kemanakah hilangnya rasa sukaku padamu?
Kemana?
Ternyata betul kata orang
Sesuatu yang berlebihan memang tak baik
Tak akan baik
Tak pernah baik...
Melemahkan
Menudarkan
Menghilangkan rasa itu
Ingin menangis
Tapi untuk apa?
Tak juga menyelesaikan masalahku...
Buku oh buku
Kembalilah seperti dulu
26 Desember 2015
Rabu, 17 Februari 2016
Senin, 27 Oktober 2014
22 April
seminggu yang lalu, tepat hari minggu juga tanggal 22 April..tanggal yang sangat spesial..
kenapa spesial?
Tanggal 22 April selalu terasa spesial buat saya, spesial karena tanggal 22 April dicanangkan sebagai hari bumi..
sejak masuk kuliah di Jurusan Pendidikan geografi, tanggal 22 April selalu terasa menyenangkan.
22 april 2007, bertepatan dengan hari wisuda para kakak angkatan. untuk pertama kalinya saya diajak demo keliling kampus, mengkapanyekan kepada orang-orang agar lebih peduli kepada lingkungan, dimulai dari hal-hal yang dianggap kecil dan sepele. dengan badut gorila kami berteriak-teriak keliling kampus, saya yang masih anak baru ini ya cuma ikut-ikutan aja, belum ngerti, cuma karena disuruh kakak kelas dari himpunan, yah jadi ikuti sajalah.
22 April 2008, saya udah mulai ikutan himpunan, masuk bidang VI yaitu bidang lingkungan hidup biro tata lingkungan. semakin cinta lah saya sama lingkungan, walaupun belum bisa berbuat banyak untuk lingkungan itu sendiri. 22 April yang kedua kalinya saya lewati sebagai mahasiswa geografi, diisi dengan menjadi panitia aksi bersih lingkungan di spdn, karena kekurangan personel, merangkap dua pekerjaan sekaligus yaitu sebagai seksi konsumsi dan dokumentasi hehee..
22 April 2009 jadi panitia seminar nasional lingkungan hidup
22 April 2010 ikutan aksi lingkungan hidup di acara car free day :) , jalan dari cikapayang sampai sabuga sambil mungutin semua sampah yang ada di jalan, ditutup dengan menanam pohon di halaman sabuga. tumbuh subur selalu yaa pohon cantik :D
22 April selanjutnya akan dilalui dengan apa yaaa? semoga selalu selalu menjadi 22 April yang menyenangkan. Aamiin.
Kamis, 18 Juli 2013
Biasa saja
Risih
Mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saat ini
Diperlakukan istimewa di tempat yg tidak tepat hanya menimbulkan kesan yang aneh, tampak bodoh seperti badut!
Bisakah perlakukan saya seperti biasa, seperti sebelumnya,
Berbincang dengan nyaman tanpa canggung, tanpa menarik perhatian orang lain, tanpa sorotan" mata yang aneh dari orang lain
Cobalah peka, tidak semua yang anda inginkan bisa anda peroleh, bukan hanya anda, saya, dan banyak orang lainnya pun begitu
Kita harus belajar ikhlas, ikhlas dalam bentuk yang sebenarnya
Teman yang baik tentu mengerti, bukannya pura-pura tidak mengerti
Tak pernah terlintas untuk menyakiti, anda, atau siapapun
Jujur, hanya ingin jujur terhadap perasaan yang saya rasakan
Saya tahu anda orang yang baik, sangat baik
Jangan sampai saya mengubah persepsi positif menjadi negatif
Jadilah teman yang baik, jangan berubah, jangan menjadi aneh, jangan membuat posisi saya sulit, seperti biasa saja, hanya itu harapan saya, mudah bukan?
Bahagia sekali jika bisa seperti dulu, di waktu awal kita bertemu, bebas, tanpa canggung, tanpa kaku kelu, tertawa dan ceria bersama
Cheeersss!
Sosorryforeverysinglewordandactthathurtyoubemyfriendmybestfriendforevermylittlehope*
happy birthday
You've never given up on me. You've always been there for me. Thank's maam, Happy b'day, love u :*
Senin, 29 April 2013
Selintas lalu
Semilir angin rindu menggelepar tak berdaya
Hamparan ilalang diselingi bunga" putih nan cantik
Dibalik kaca jendela,ditemani tetesan hujan
Melayang jauh ke kerajaan awan
Ajaibnya rasa tak pernah tersenyum lagi
Hanya senyum senyum sepa tanpa makna
Kemana perginya jingga cerah beralas surga
Adakah bersembunyi dibalik permadani rasa
Mendekat, berlari tanpa arti
Tak ada lagi dunia
Adapun, tanpa rasa
Rasa yang meneduhkan
Rasa yang menentramkan
Senin, 18 Maret 2013
Sendu
Pesona keindahan lain seakan tak pernah memiliki makna
Wangi-wangian lain tak pernah terasa harum
Warna warni pelangi tak lagi terlihat mengagumkan
Apatis terhadap berjuta rasa lain yang ada
Ketika sang kharisma berkilau,
Terlalu berkilau hingga pendarnya menyilaukan
Menyakiti semua yang tersentuh cahayanya
Hati
Mengapa kau selalu berkata iya disaat semua hal jelas-jelas diluar logika
Mengapa selalu menyisakan harapan indah dibalik keadaan yang penuh kemustahilan
Mengapa selalu memberikan celah celah yang pada akhirnya hanya akan menjerumuskan ke dalam lubang yang dalam, sangat dalam hingga tak terlihat dasarnya
hati..
Menyerahkah?menyerahlah!
Rangkaian Rasa
Sabtu, 17 November 2012
Rainy Nite
Ketika seseorang terlalu sibuk memikirkan dirinya sendiri
Kesenangannya sendiri, kepentingannya sendiri,
Keuntungannya sendiri,
Kelegaannya sendiri.
Tidak mau dirugikan sedikitpun dalam hal apapun
Materi
Waktu
Rasa
Semua
Tak ada pemikiran 'kerugian' kan untuk teman
Yang ada itu pengorbanan
Pengorbanan yang membuktikan ketulusan
Dan yang jelas, menurut saya, teman yang baik itu tidak 'EGOIS'
Senin, 12 November 2012
Second Time
Minggu, 09 September 2012
Fanny
.KP.
Selamat jalan sahabatku,,Fanny Tiffany Febrianty..
Rabu, 05 September 2012
Taman Hutan Raya Djuanda
Setelah bosan bermain, anak-anak mulai kelaparan ternyata. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 10.30, dan mereka sudah lapar, acara botram siang diubah menjadi botram pagi nampaknya. Naik ke rumah pohon, lalu membuka bekal masing-masing. Nyamnyamnyam....menu makanan qt cukup bervariasi ternyata..abrakadabraa..dalam sekejap bekal makanan kita ludes, menyisakan misting yang kosong melompong..
"Ke Goa Jepang yaaa buu..", pinta anak-anak...yuuu mariii..untung bawa persiapan senter dari rumah..
Masuk ke Goa, anak-anak perempuan mulai menjerit-jerit, memegang erat tangan saya gara-gara ada seorang kakek-kakek iseng di depan kita yang mengeluarkan suara-suara aneh.. Aduhh kek, udah tua kok masih jail aja, ckckck..kami pun bersepakat untuk menjauh dari si kakek dan keluarganya, melakukan petualangan sendiri saja walaupun sebenarnya masih ada pengganggu, seorang guide abal-abal yang memaksa kita mengeluarkan biaya untuk service guide yang sebenarnya tidak terlalu penting, karena penjelasan dia pun hanya selewat-selewat saja..
Keluar dari Goa Jepang kami melanjutkan ke Goa Belanda, di tengah jalan kami bertemu dengan penjual lahang (air hasil sadapan pohon nira). Anak-anak yang belum pernah melihat sebelumnya, mengeluarkan berbagai pertanyaan, "ibu itu apa? asalnya dari mana? bambu itu isinya apa? rasanya gimana? enak gak bu?"
.
Mereka harus mencoba sendiri sepertinya. Akhirnya kita menghampiri bapak tukang lahang. Begitu dicoba, anak-anak mulai mengeluarkan ekspresi yang sebagian besar terlihat merasa asing dengan rasa air lahang tersebut. "Hueeekkkk..ibuu ini apa sih sebenernya? ko airnya keruh? rasanya aneh..ga mauu ahh bu"
"hahaha, gak boleh gt, itu tukang lahangnya ngeliatin, ayoo habisin, klo gak habis kita gk akan lanjutin perjalanannya"
Akhirnya dengan sedikit terpaksa, mereka mereguk sampai habis semua air lahang tersebut. setelah selesai, saya ajak mereka kembali menghampiri bapak tukang lahang. " Anak-anak tadi pada penasaran kan, yu tanya sama bapaknya biar lebih jelas dan puas"
Dari hasil wawancara ke bapak tukang lahang didapat kesimpulan bahwa lahang yang kita minum itu masih berasal dari daerah tersebut, dulu banyak pohon-pohon nira, mencapai hektaran luasnya, tetapi sekarang sudah dibeli oleh pihak asing, sehingga cukup sulit sekarang ini untuk mendapatkan air lahang. Menurut sang bapak, daerah yang masih banyak terdapat pohon nira hanya di Majalaya saja. Satu Bambu yang dipikul oleh sang bapak dapat menyimpan 5 liter air lahang dan per harinya sang bapak dapat menjual hingga 20 liter air lahang (pada hari libur) jika sedang beruntung.
Puas mewawancara penjual lahan perjalanan dilanjutkan ke Goa Belanda, sempat berhenti lagi melihat toko pernak-pernik, sepanjang jalan anak-anak mulai bertanya lagi "ibuu itu pohon apa? ibuu itu bunga apa? ibuu itu buah apa? lucuu yaa bentuknya" saya jawab semampu saya saja karena saya juga tidak hafal semua nama tumbuhan yang ada di tempat ini.
Hari mulai beranjak siang, untunglah banyak pohon rindang sepanjang jalan sehingga kami terlindung dari teriknya matahari. Anak-anak mulai berceloteh lagi, "seandainya semua jalan di Bandung seperti ini pasti asyikk yaa bu, gak panas"..hmmm Betul sekali..
Anak-anak belum mau pulang, mereka masih ingin melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya, ke Curug Koleang..Siapp anak-anak..Jarak yang harus ditempuh dari Goa Belanda ke Curug Koleang adalah 1 km, dan anak-anak menyatakan siap dengan penuh kesadaran :p
Baru setengah jalan anak-anak sudah mulai mengeluh, "Ibuu mana curugnya? masih jauh gak bu? aduuhh capee..."
Yeiiiyyy...kemana perginya semangat tekad bulat yang tadi? Hahaha..
Kata " sebentar lagi.." berulang kali keluar dari mulut saya ketika harus menjawab pertanyaan sama yang terus berulang sepanjang jalan.
Eka si ketua kelas yang bisa dibilang rada-rada hiperaktif mulai bosan juga nampaknya, dia menyanyi-nyanyi sendirian, dan apaa? dan lagu sunda yang bahkan saya sendiri tidak hafal dengan lagunya. hwaa..mulai kagum juga saya dengan anak anak ini, walaupun cerewet dan bisa dibilang agak usil, tetapi ketika diberi tanggung jawab menjadi ketua murid (KM) dia melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia juga tidak malu (gengsi) menyanyikan lagu daerah disaat teman-teman seusianya mengandrungi lagu-lagu dari boyband dan girlband yang sedang menjamur saat ini.
"Kan kata Pak Johan juga kita harus mencintai kebudayaan daerah kita sendiri bu..." begitu jawabnya ketika saya tanya.. Dua Jempol buat Eka :')
Beberapa puluh menit kemudian, Plang Curug Koleang mulai terlihat..
Anak-anak sudah senang, sangat-sangat senang karena mereka sudah tidak sabar untuk bermain air.
Tapi ternyata, saya dan mereka pun kecewa, curugnya kotor - SANGAT SANGAT KOTOR - sampai dimana-mana. Aliran air curugnya pun sedang surut sehingga makin nampaklah sampah-sampah yang berserakan itu.
Spontan saya berargumen seperti itu..
"Yaudah ibuu, yuu qt ambilin aja sampah"nya! gimana bu?" dinda memberikan usul yang menarik.
Mereka masih kecewa tentu saja, tapi tak ada gunanya juga hanya memandangi sampah-sampah yang berserakan di depan kami
Saya menanyakan kesediaan anak-anak lainnya, dan ternyata mereka setuju :D
Biarin deh orang-orang lain merasa aneh melihat kami, toh ini untuk kebaikan juga..biar sadar juga itu penjaga yang ada di atas, biar mereka merasa malu, jumlah mereka banyak tapi tak melakukan apa-apa.
Kami memunguti sampah dengan semangat, diiringi lagu salah satu girlband Indonesia yang saya lupa judulnya apa..gpp lah..lagunya ceria jadi bikin anak-anak semangat juga.
Perjalanan pulang selalu terasa lebih cepat, tanpa terasa kami sudah sampai lagi di pintu gerbang Tahura.
Saya ucapkan terima kasih, meminta mereka semua untuk langsung pulang dan beristirahat karena besok pagi kami harus pergi ke sekolah seperti biasa.
Pertanyaan "Nanti kita jalan-jalan kemana lagi buu??" nya dijawab nanti aja yaa..
Sepatu Dahlan
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya" QS. An-Nahl:18
Pekalah, Prihatinlah, Bersyukurlah :')
Minggu, 26 Agustus 2012
Sabtu, 04 Agustus 2012
MERAHKU
merah!
pertanda keberanian
hingga kini tak pernah berubah
walau sepertinya akan segera berubah
bisa menjadi jingga, kuning, hijau, biru, nila, bahkan ungu
ahh aku tak tahu!
dalam memoriku kau akan selalu menjadi merah
merah yang kuat, merah yang tangguh, merah yang gagah
merah yang selalu tegar
merah yang selalu menaungiku
merah yang selalu menemaniku
di saat suka duka dan berjuta rasa lainnya yang kualami
saat terpedih
saat tercerah
saat terpuruk
saat terindah
sekarang saatnya berpisah
sedih
tapi begitulah seharusnya
selamat tinggal
terima kasih merahku
terima kasih untuk semua warna yang kau berikan di dalam merahmu
hormatku untukmu !!!
Jumat, 29 Juni 2012
Kamis, 28 Juni 2012
All Star :)
Oia oia yang gak kalah lucu, ada cuplikan" semacam quiz quiz gtlah bwt para all star..ternyata Vamiga, Gerungan, Indrajaya bisa galau juga, dan ekspresi galaunya itu loohhh gak nahaaaan,, gokillll sumpah!!!
ARE U READY BANDUNG??
What a Great Game! :D




















